Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Labuhanbatu menyelenggarakan Workshop Penguatan Kebhinekaan kepada mahasiswa/i PPG Calon Guru Angkatan I Tahun 2026. Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum PPG bagian dari upaya penguatan kompetensi profesional dan sosial calon guru dalam memahami, menghayati, serta mengimplementasikan nilai-nilai kebhinekaan di lingkungan pendidikan yang majemuk. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG Calon Guru Universitas Labuhanbatu semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 serta mampu menjadi pendidik yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Workshop yang menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Dr. Amin Harahap, S.Pd.I., M.Si dan Risma Delima Harahap, M.Pd. ini berlangsung secara interaktif dengan melibatkan seluruh mahasiswa PPG Calon Guru Universitas Labuhanbatu. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pendidikan multikultural, toleransi, inklusivitas, serta penguatan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menumbuhkan sikap saling menghormati perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial peserta didik. Oleh karena itu, calon guru dituntut tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menghargai keberagaman.
Kegiatan workshop juga diisi dengan diskusi, refleksi, dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada penguatan nilai kebhinekaan. Melalui berbagai aktivitas tersebut, mahasiswa PPG diajak untuk merancang strategi pembelajaran yang mampu menanamkan sikap toleran, demokratis, dan inklusif kepada peserta didik sejak dini.
Melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kebhinekaan ini, Universitas Labuhanbatu terus berkomitmen mencetak calon guru yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, dan kemampuan membangun budaya sekolah yang inklusif serta harmonis sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
